"aku telah bernyanyi untukmu,
tapi kau tidak juga menari.
Aku telah menangis didepanmu,
tapi kau tidak juga mengerti.
Haruskah aku menangis sambil bernyanyi?"-lagu gelombang, kahlil gibran.
Buat aku, kamu itu angin. Aku tau kemana kamu pergi. Aku tau darimana kamu datang. Tapi aku nggak bisa bikin kamu tetap ada disampingku.
Aku seperti barburu angin, yang sudah pasti nggak mungkin untuk bisa aku dapatkan. Aku ibarat berusaha mengenggam angin, sesuatu yang jelas-jelas sia-sia.
Angin itu memang terasa. Kita tau kemana dia berhembus. Kadang dia lembut, kadang keras. Malah terkadang menjadi terlalu keras. Tapi lucunya sekeras apapun yang namanya angin kita tetap nggak bisa mengenggamnya. Padahal dia bisa melempar kita jauh-jauh.
Kamu itu angin bagi aku, selalu berhembus disekitarku. Selalu ada didekatku. Tapi sampai kapanpun nggak mungkin bisa aku genggam. Nggak mungkin bisa aku dapatkan.
Aku bukan orang yang bisa ngomong langsung tentang perasaan. Aku orang yang lebih memilih memendam semuanya sendiri. Berharap kamu sadar kalau aku ada, kalau perasaan aku bukanlah sesuatu yang kasat mata.
Selama ini yang aku lakukan cuma satu, berharap perasaan ini bisa hilang. Mencoba untuk tidak menghiraukan perasaan aneh ini. Tapi lambat laun perasaan ini memang harus aku akui. Bagaimana pun aku mencegahnya perasaan ini tetap ada. Aku ingin mengutarakannya, mengungkapkannya. Tapi sayang, gravitasi menghalangiku. Putaran bumi menambah setiap detik dihari-hari kita. Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. Semua terasa terburu-buru. Dan sekarang aku sadar selamanya kamu hanyalah angin untukku, yang nggak mungkin aku gapai sekeras apapun aku berusaha.
sampai kapan pun, kau adalah kisah terindah yang kumiliki. :) you're my first love.